http://jurnalhamfara.ac.id/index.php/jb/issue/feedJEBESH: JOURNAL OF ECONOMICS BUSINESS ETHIC AND SCIENCE HISTORIES2026-01-15T03:42:00+07:00Yuana Tri Utomojebesh_editor@gmail.comOpen Journal Systems<p><strong>Jurnal Ekonomi, Bisnis, Etika, dan Ilmu Sejarah (JEBESH)</strong> diterbitkan oleh <strong>Pesantren Hamfara Yogyakarta.</strong> <strong>JEBESH</strong> mempublikasikan karya ilmiah ekonomi, bisnis, etika, dan sejarah dari masing-masing disiplin ilmu tersebut. <em>Semua ilmu pengetahuan adalah sejarah kecuali wahyu (al-Qur’an, Hadits, dan sumber hukum Islam turunan dari keduanya)</em>. <strong>JEBESH</strong> juga mempublikasikan hasil kajian ilmiah yang disusun dengan sistematika ilmiah, narasi ilmiah bukan narasi sastra, hukum, atau politik. Redaksi JEBESH menerima artikel dari para penulis yang sesuai dengan panduan penerbitan oleh redaksi, di antaranya yaitu abstrak pertama ditulis dalam bahasa Indonesia dan abstrak kedua dalam Bahasa English. <strong>JEBESH</strong> terbit dalam setahun tiga kali, yaitu pada bulan: Januari-April, Mei-Agustus, dan September-Desember.</p>http://jurnalhamfara.ac.id/index.php/jb/article/view/836DAMPAK KENAIKAN TARIF PAJAK PERTAMBAHAN NILAI (PPN) TERHADAP DAYA BELI MASYARAKAT DAN PANDANGAN EKONOMI ISLAM2026-01-15T03:41:59+07:00Ferziyanna Acelia Arzalanicevery025@gmail.com<p>The increase in the Value Added Tax (VAT) rate in Indonesia has become an important issue that affects the economy and people's welfare. This study aims to analyze the impact of VAT increase on people's purchasing power with a focus on low- and middle-income groups. The method used is descriptive qualitative with literature studies sourced from economic journals, Islamic political and economic books and field observation also assisted by Chat GPT. This study resulted in the conclusion that the policy of increasing VAT has resulted in people becoming poorer and miserable. Islam's view in resolving this problem is to re-contract the management of publicly owned Natural Resources (SDA) to be managed by the state instead of taxes in all its forms.</p>2025-11-10T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 JEBESH: JOURNAL OF ECONOMICS BUSINESS ETHIC AND SCIENCE HISTORIEShttp://jurnalhamfara.ac.id/index.php/jb/article/view/835PENGARUH DISTRIBUSI ZAKAT TERHADAP ANGKA KEMISKINAN DI INDONESIA TAHUN 2018-20232026-01-15T03:41:59+07:00Setyabudi Daryonosetyabudi@gmail.comAsty Kurnia Kurniarnaaasty@gmail.com<p>Zakat merupakan salah satu pilar utama dalam sistem ekonomi Islam yang tidak hanya bersifat spiritual, tetapi juga mengandung dimensi sosial yang kuat untuk mewujudkan keadilan dan mengurangi ketimpangan. Penelitian ini menganalisis pengaruh zakat terhadap pengurangan angka kemiskinan di Indonesia pada rentang waktu 2018–2023. Dengan pendekatan kuantitatif-deskriptif yang dipadukan dengan analisis kualitatif, studi ini memanfaatkan data sekunder dari BAZNAS dan Badan Pusat Statistik (BPS) serta literatur pendukung. Temuan menunjukkan bahwa meskipun potensi zakat di Indonesia belum tergarap secara optimal, program zakat produktif yang dikelola oleh berbagai lembaga menunjukkan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan mustahik. Beberapa penerima manfaat bahkan mengalami transformasi ekonomi hingga menjadi muzakki. Hal ini mengindikasikan bahwa zakat, jika dikelola secara profesional dan terintegrasi dengan kebijakan sosial nasional, mampu menjadi instrumen efektif dalam pengentasan kemiskinan. Oleh karena itu, peningkatan literasi zakat, pemanfaatan teknologi digital, dan kolaborasi lintas lembaga menjadi elemen kunci dalam optimalisasi peran zakat dalam pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan.</p>2025-11-16T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 JEBESH: JOURNAL OF ECONOMICS BUSINESS ETHIC AND SCIENCE HISTORIEShttp://jurnalhamfara.ac.id/index.php/jb/article/view/822PEMBIAYAAN MIKRO DAN PERAN INFLUENCER DALAM MENGATASI KESENJANGAN DIGITAL PADA EKONOMI KREATIF INDONESIA TAHUN 20252026-01-15T03:41:59+07:00Diky Wahyudi Hasibuanhasibuandiky082@gmail.com<p>Ekonomi kreatif merupakan sektor strategis yang berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dengan kontribusi sebesar 7,4% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun 2020 dan menyerap lebih dari 15 juta tenaga kerja, sektor ini menunjukkan potensi besar untuk berkembang di masa depan. Namun, tantangan yang dihadapi tidaklah sedikit, mulai dari keterbatasan akses pembiayaan bagi pelaku UMKM kreatif, kesenjangan digital di wilayah pedesaan, hingga pentingnya strategi pemasaran berbasis media sosial melalui peran influencer. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji tiga aspek utama dalam pengembangan ekonomi kreatif menjelang tahun 2025, yaitu skema pembiayaan mikro, peran strategis influencer dalam promosi budaya lokal, serta dampak kesenjangan digital terhadap sektor ini. Dengan pendekatan yang holistik, data diambil secara random dari berbagai sumber, dinarasikan dengan kualitatif, dan dianalisis dengan kajian konten yang dibaca dan dicermati secara berulang-ulang. Temuan dari artikel ini diharapkan bahwa ekonomi kreatif dapat tumbuh secara inklusif, berkelanjutan, dan memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global.</p>2025-11-18T11:10:06+07:00Copyright (c) 2026 JEBESH: JOURNAL OF ECONOMICS BUSINESS ETHIC AND SCIENCE HISTORIEShttp://jurnalhamfara.ac.id/index.php/jb/article/view/873EKONOMI ISLAM: ANTARA PERTUMBUHAN DAN PEMERATAAN, KRITIK PEMBANGUNAN EKONOMI NASIONAL INDONESIA2026-01-15T03:41:59+07:00Yuana Tri Utomoyuanatriutomo@gmail.com<p>Krisis demi krisis terjadi akibat kapitalisme yang diterapkan di dunia. Krisis mempengaruhi perekonomian nasional Indonesia. Indikator pembangunan ekonomi nasional menjadi tidak memiliki kepastian, antara pertumbuhan atau pemerataan. Penelitian sederhana ini bertujuan mengkritik indikator pembangunan nasional Indonesia dengan menyajikan pembanding ekonomi Islam. Pendekatan yang dilakukan dengan studi literatur, mengumpulkan referensi-referensi dari buku-buku ekonomi pembangunan, artikel-artikel yang sudah publis di jurnal-jurnal ilmiah, laporan BPS (<em>Badan Pusat Statistik</em>), dan beberapa media massa sebagai basis informasi yang aktual. Setelah informasi dianalisis menghasilkan simpulan bahwa pertumbuhan dan pemerataan menjadi indikator pembangunan ekonomi di Indonesia harus diperkuat dengan paradigma ekonomi Islam, mengingat pertumbuhan hanya cenderung pada sisi penawaran kapitalisme dan pemerataan cenderung pada sisi permintaan sosialisme. Pertumbuhan dan pemerataan dalam ekonomi Islam berbasis ajaran Islam dengan penerapan sistem ekonomi Islam yang kaffah.</p>2025-11-28T22:57:08+07:00Copyright (c) 2026 JEBESH: JOURNAL OF ECONOMICS BUSINESS ETHIC AND SCIENCE HISTORIEShttp://jurnalhamfara.ac.id/index.php/jb/article/view/859ZAKAT SEBAGAI INSTRUMEN DISTRIBUSI KEKAYAAN DALAM SISTEM EKONOMI ISLAM2026-01-15T03:42:00+07:00Muh. Syahrul Mubarakmuhsyahrulmubarak8@gmail.comYana Maulanayanam1199@gmail.com<p>Zakat adalah salah satu instrumen penting dalam sistem ekonomi Islam yang berfungsi untuk mendistribusikan kekayaan secara adil dan merata. Artikel ini bertujuan menganalisis fungsi zakat sebagai mekanisme distribusi kekayaan dengan perspektif Syekh Taqiyuddin An-nabhani serta membandingkannya dengan praktik lembaga zakat modern seperti Lazismu dan Dompet Dhuafa. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa zakat dalam sistem Islam sebagaimana pandangan Syekh Taqyuddidin An-nabhani seharusnya dikelola oleh negara, bukan dikelola oleh lembaga independen sebagaimana Lazismu dan Dompet Dhuafah.</p>2025-12-08T06:24:28+07:00Copyright (c) 2026 JEBESH: JOURNAL OF ECONOMICS BUSINESS ETHIC AND SCIENCE HISTORIEShttp://jurnalhamfara.ac.id/index.php/jb/article/view/834EKONOMI ISLAM: PERAN NEGARA DALAM MENDUKUNG PROGRAM UMKM DI INDONESIA2026-01-15T03:42:00+07:00Nazwa Aldrina Rahmanazwarahmaaldrina@gmail.comMu'tashim Billah Murtadlobillahmurtadlo@gmail.com<p>UMKM merupakan elemen penting dalam struktur ekonomi negara karena mampu memberdayakan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran negara dalam mendukung UMKM berdasarkan pandangan Taqiyuddin an-Nabhani. Metode yang digunakan adalah studi kualitatif-deskriptif dengan pendekatan kepustakaan. Data diperoleh dari karya-karya Taqiyuddin an-Nabhani, literatur ekonomi Islam, dan kebijakan terkait UMKM. Analisis difokuskan pada konsep tanggung jawab negara dalam mengelola urusan ekonomi rakyat secara menyeluruh sesuai syariat Islam. Hasil menunjukkan bahwa negara memiliki kewajiban untuk menjamin keberlangsungan UMKM melalui pemerataan kepemilikan, kemudahan produksi, dan perlindungan dari dominasi sistem kapitalis. Negara tidak hanya memberikan dukungan pasif, tetapi bertindak langsung sebagai pelaksana sistem ekonomi Islam. Pemikiran ini menekankan pentingnya penerapan syariat Islam secara utuh dalam mengatasi masalah ekonomi. Temuan ini dapat menjadi rujukan alternatif bagi pengambil kebijakan dan akademisi dalam merancang sistem ekonomi berbasis Islam. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya penerapan sistem ekonomi Islam secara menyeluruh dalam pengelolaan UMKM.</p>2025-12-08T12:20:30+07:00Copyright (c) 2026 JEBESH: JOURNAL OF ECONOMICS BUSINESS ETHIC AND SCIENCE HISTORIEShttp://jurnalhamfara.ac.id/index.php/jb/article/view/563MENATA ULANG RELASI MANUSIA DAN LINGKUNGAN: REFLEKSI ATAS BENCANA DI SUMATERA AKHIR TAHUN 20252026-01-15T03:42:00+07:00Sri Hidayatsri.hidayat@student.unm.ac.id<p>Artikel ini berusaha menjelaskan ajaran Islam dalam menata relasi manusia dengan lingkungan. Artikel ini di latar belakangi oleh bencana di Sumatera pada akhir tahun 2025. Metode yang digunakan dengan pendekatan deskriptif naratif bersifat kualitatif. Sumber informasi dari media massa, buku-buku, dan artikel-artikel yang tersebar di internet maupun di jurnal-jurnal yang sudah publis. Hasilnya menunjukkan bahwa relasi manusia dan lingkungan selama ini diwarnai oleh kapitalisme yang mengakibatkan kerusakan sebagaimana terjadi di Sumatera, sementara Islam mengajarkan agar ada tata ulang baru tentang relasi tersebut semata-mata karena visi-misi penciptaan manusia.</p>2025-12-08T22:35:15+07:00Copyright (c) 2026 JEBESH: JOURNAL OF ECONOMICS BUSINESS ETHIC AND SCIENCE HISTORIEShttp://jurnalhamfara.ac.id/index.php/jb/article/view/853PERKEMBANGAN EKONOMI UMAT BERBASIS MARKETPLACE SYARIAH DI INDONESIA2026-01-15T03:42:00+07:00Nurhidayahnurhidayahhh1818@gmail.comAnggrismonoanggris@amikom.ac.id<p>Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai sektor ekonomi, termasuk dalam perekonomian umat Islam. Salah satu inovasi yang muncul adalah marketplace syariah, sebuah platform perdagangan elektronik yang berlandaskan prinsip-prinsip syariah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perkembangan ekonomi umat melalui pemanfaatan marketplace syariah di Indonesia, serta mengeksplorasi kontribusinya terhadap penguatan ekosistem ekonomi dan bisnis syariah. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur dan analisis data sekunder dari berbagai sumber terpercaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa marketplace syariah memiliki potensi besar dalam memperluas akses pasar bagi pelaku usaha muslim, meningkatkan transaksi ekonomi yang sesuai syariah, serta memberdayakan konsumen melalui produk dan layanan halal. Meskipun demikian, tantangan seperti edukasi pengguna, regulasi, serta infrastruktur digital masih menjadi hambatan dalam pertumbuhannya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah marketplace syariah merupakan salah satu tulang punggung dalam pengembangan ekonomi umat di era digital, serta memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian nasional berbasis syariah.</p>2025-12-11T10:34:56+07:00Copyright (c) 2025 JEBESH: JOURNAL OF ECONOMICS BUSINESS ETHIC AND SCIENCE HISTORIEShttp://jurnalhamfara.ac.id/index.php/jb/article/view/845JEJAK EKONOMI ISLAM: GENEALOGI DAN TRANSFORMASI KAJIAN HISTORICAL DEVELOPMENT2026-01-15T03:42:00+07:00Dzaki Marwan Al Wahidmarwanwhid@gmail.comMuhammad Baiquni Syihabbaiqunisyihab@gmail.com<p>Makalah ini mengkaji perkembangan ekonomi Islam dalam lintasan sejarah peradaban, dimulai dari masa kejayaannya di era kekhalifahan, masa kemunduran akibat berbagai faktor internal dan eksternal, hingga masa transisi menuju revitalisasi ekonomi Islam modern. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif dari jurnal-jurnal ilmiah, buku-buku pelajaran, dan sumber-sumber sejarah lainnya. Teori historical development sebagai kajian sejarah menjadi kaca mata untuk menganalisis obyek yang ada dalam kajian ini. Temuan menunjukkan bahwa ekonomi Islam pernah mencapai puncak kejayaan dengan sistem yang adil, stabil, dan inklusif, namun mengalami kemunduran akibat invasi, korupsi, serta ketertinggalan ilmu pengetahuan. Kini, ekonomi Islam mulai bangkit kembali melalui lembaga keuangan syariah, ekonomi halal, dan kebijakan berbasis maqashid syariah. Kajian ini penting untuk memahami akar kekuatan dan kelemahan ekonomi Islam, sekaligus menggambarkan peluang masa depan dalam membangun sistem ekonomi yang berkeadilan.</p>2025-12-23T08:09:29+07:00Copyright (c) 2026 JEBESH: JOURNAL OF ECONOMICS BUSINESS ETHIC AND SCIENCE HISTORIEShttp://jurnalhamfara.ac.id/index.php/jb/article/view/909KONSEP KEADILAN (‘ADL) DALAM FILSAFAT MANAJEMEN BISNIS SYARIAH: TELAAH ONTOLOGIS, EPISTEMOLOGIS, DAN AKSIOLOGIS2026-01-15T03:42:00+07:00Nasirah Asri Iranasirah.asri@uin-alauddin.ac.idIrwan Misbachirwan.misbach@uin-alauddin.ac.id<p class="Textbody" style="margin-bottom: .0001pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Cambria',serif;">Dalam pandangan Islam, keadilan bukan hanya konsep etis, melainkan merupakan perintah teologis yang bersumber langsung dari Allah SWT. Keadilan (‘adl) merupakan prinsip fundamental dalam Islam yang memiliki implikasi luas dalam pengelolaan bisnis dan manajemen organisasi. Artikel ini bertujuan menganalisis konsep keadilan (‘adl) dalam filsafat manajemen bisnis syariah melalui pendekatan ontologis, epistemologis, dan aksiologis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi kepustakaan (library research), dengan sumber utama berupa Al-Qur’an, Hadis, serta literatur klasik dan kontemporer dalam bidang ekonomi dan manajemen Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa keadilan dalam manajemen bisnis syariah tidak hanya dimaknai sebagai keseimbangan kontraktual, tetapi sebagai nilai transendental yang berakar pada tauhid, bertujuan mewujudkan maslahah dan falah. Konsep ini membedakan manajemen bisnis syariah dari manajemen konvensional yang berorientasi pada efisiensi dan profit semata. Artikel ini menegaskan bahwa keadilan (‘adl) merupakan fondasi filosofis yang harus terintegrasi dalam seluruh fungsi manajemen bisnis syariah.</span></p>2025-12-24T07:57:36+07:00Copyright (c) 2025 JEBESH: JOURNAL OF ECONOMICS BUSINESS ETHIC AND SCIENCE HISTORIEShttp://jurnalhamfara.ac.id/index.php/jb/article/view/829URGENSI EDUKASI LITERASI KEUANGAN SYARIAH PADA MASYARAKAT MUSLIM DI INDONESIA SEJAK USIA DINI 2026-01-15T03:42:00+07:00Ridho Izzan Mirzapratamaridhoizzan69@gmail.com<p>Literasi keuangan syariah merupakan pemahaman mendasar tentang prinsip-prinsip keuangan yang sesuai dengan syariat Islam, termasuk larangan riba, gharar (ketidakpastian), dan maysir (judi). Artikel ini membahas pentingnya edukasi keuangan syariah sejak dini untuk membentuk generasi yang sadar akan transaksi halal dan mampu mengelola keuangan secara bertanggung jawab. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur dari Al-Qur’an, Hadits, dan kajian akademis terkait dari artikel-artikel yang sudah publis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan keuangan syariah sejak dini dapat meningkatkan kesadaran tentang pentingnya transaksi ekonomi yang sesuai dengan prinsip Islam.</p>2026-01-06T15:39:50+07:00Copyright (c) 2026 JEBESH: JOURNAL OF ECONOMICS BUSINESS ETHIC AND SCIENCE HISTORIEShttp://jurnalhamfara.ac.id/index.php/jb/article/view/874PERAN NEGARA DALAM MENJAGA STABILITAS EKONOMI DALAM PERSPEKTIF MADZHAB HAMFARA2026-01-15T03:42:00+07:00Abidah Syauqiyatul Jannahabidahsyauqiya215@gmail.comAdrina Nadhirahnadhirahadrina846@gmail.com<p class="p5" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"><span class="s1"><span lang="IN" style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Cambria',serif;">Economic instability results in various problems in life. Islamic economics is here to offer an alternative system that integrates spiritual values in economic activities. This research aims to describe the strategic role of the state in maintaining economic stability according to the perspective of the Hamfara school. The research method uses a qualitative-descriptive approach through literature studies of classical and contemporary literature. The results of the study show that the state in the Islamic economy not only acts as a technical regulator, but also as a guardian of sharia values, with responsibility for market supervision, management of wealth redistribution instruments, intervention in emergency situations, and the enforcement of ethics and morals in economic activities. </span></span></p>2026-01-07T08:20:14+07:00Copyright (c) 2026 JEBESH: JOURNAL OF ECONOMICS BUSINESS ETHIC AND SCIENCE HISTORIEShttp://jurnalhamfara.ac.id/index.php/jb/article/view/821SOLUSI ISLAM DALAM MENGENTASKAN KEMISKINAN: STUDI KASUS DI INDONESIA2026-01-15T03:42:00+07:00Naura Syifa' Hamidahnaurasgalery@gmail.comSyifani Ikrimahtul Lestarisyifaniikrimah@gmail.com<p>The poverty that afflicts most of Indonesians reflects the failure of the capitalist economic system in distributing wealth fairly. This research aims to examine the relevance and implementation of Islamic solutions in overcoming poverty in Indonesia. The research uses qualitative methods for literature studies and case studies in Indonesia. Information was collected from published articles, economics books, mass media, and the main source of the book The Islamic Economic System by Taqiyuddin an-Nabhani as well as documents related to poverty alleviation policies in Indonesia. The results show that poverty cannot be overcome through social assistance approaches alone, but requires systemic changes to the economic structure and distribution of ownership.</p>2026-01-07T11:26:27+07:00Copyright (c) 2026 JEBESH: JOURNAL OF ECONOMICS BUSINESS ETHIC AND SCIENCE HISTORIEShttp://jurnalhamfara.ac.id/index.php/jb/article/view/840PEMBENTUKAN SISTEM EKONOMI ISLAM ERA KHULAFAUR RASYIDIN: ANTARA KONSEP DAN PRAKTIK2026-01-15T03:42:00+07:00Gusti Muhammad Hafizhuddingustihafiz7@gmail.comZoel Dirga Dinhizoeldirgadinhi@poliupg.ac.id<p>This article examines the process of the formation of the Islamic economic system in the era of Khulafaur Rashidin in a dialectic between normative concepts and practical implementation. The research uses a qualitative method based on literature studies with a historical-analytical approach to fiscal and monetary policies, governance of Baitul Mal, distribution of state assets, and management of public resources. The results of the study show that the Islamic economic system in this period was built on the principle of justice ('adl), equitable distribution, public ownership of strategic resources, prohibition of usury, and institutionalized social security mechanisms through Baitul Mal. In practice, the concept is realized through the standardization of the zakat and jizyah system, ghanimah and fai' policies, price control without market distortion, market supervision (hisbah), administrative reform of Baitul Mal, and the expansion of state-financed economic infrastructure.</p>2026-01-09T09:35:22+07:00Copyright (c) 2026 JEBESH: JOURNAL OF ECONOMICS BUSINESS ETHIC AND SCIENCE HISTORIES