IRONI UMR DI INDONESIA: MENGGANTI HUKUM BESI KAPITALISME DENGAN ASAS KIFAYAH (KECUKUPAN) DALAM EKONOMI ISLAM
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkritisi fenomena penetapan Upah Minimum Regional (UMR) di Indonesia yang cenderung ditekan mendekati batas subsistence level akibat pengaruh paradigma kapitalistik demi efisiensi biaya dan maksimisasi profit korporasi. Metode yang digunakan dalam naskah ini adalah kualitatif dengan studi kepustakaan (library research) yang menjadikan Al-Qur'an dan Al-Hadits sebagai sumber primer data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengupahan konvensional yang bercorak kapitalis mengabaikan aspek keadilan distributif bagi para pekerja. Sebagai solusinya, perspektif Islam menawarkan rekonstruksi sistem upah berdasarkan asas Kifayah (kecukupan hidup layak) dan keadilan distributif yang berlandaskan nilai spiritual, sebagaimana diamanatkan dalam QS. At-Taubah: 105. Kontribusi penelitian ini diharapkan mampu memberikan arah baru bagi pembuat kebijakan dalam merumuskan standar pengupahan yang lebih berkeadilan dan manusiawi di Indonesia.