JEBESH: JOURNAL OF ECONOMICS BUSINESS ETHIC AND SCIENCE HISTORIES https://jurnalhamfara.ac.id/index.php/jb <p><strong>Jurnal Ekonomi, Bisnis, Etika, dan Ilmu Sejarah (JEBESH)</strong> diterbitkan oleh <strong>Pesantren Hamfara Yogyakarta.</strong> <strong>JEBESH</strong> mempublikasikan karya ilmiah ekonomi, bisnis, etika, dan sejarah dari masing-masing disiplin ilmu tersebut. <em>Semua ilmu pengetahuan adalah sejarah kecuali wahyu (al-Qur’an, Hadits, dan sumber hukum Islam turunan dari keduanya)</em>. <strong>JEBESH</strong> juga mempublikasikan hasil kajian ilmiah yang disusun dengan sistematika ilmiah, narasi ilmiah bukan narasi sastra, hukum, atau politik. Redaksi JEBESH menerima artikel dari para penulis yang sesuai dengan panduan penerbitan oleh redaksi, di antaranya yaitu abstrak pertama ditulis dalam bahasa Indonesia dan abstrak kedua dalam Bahasa English. <strong>JEBESH</strong> terbit dalam setahun tiga kali, yaitu pada bulan: Januari-April, Mei-Agustus, dan September-Desember.</p> Pesantren Hamfara, Yogyakarta en-US JEBESH: JOURNAL OF ECONOMICS BUSINESS ETHIC AND SCIENCE HISTORIES MODEL FISCAL RESILIENCE UMAR BIN KHATTAB DALAM MENGHADAPI GUNCANGAN EKONOMI: PELAJARAN BAGI KETAHANAN FISKAL INDONESIA https://jurnalhamfara.ac.id/index.php/jb/article/view/986 <p>Ketidakpastian ekonomi global menuntut arsitektur fiskal yang tangguh terhadap guncangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi celah struktural dalam ketahanan fiskal Indonesia kontemporer dengan merekonstruksi model <em>fiscal resilience</em> yang diterapkan Khalifah Umar bin Khattab, khususnya saat menghadapi guncangan hebat tahun ramadah. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis dokumen historis, penelitian ini melakukan triangulasi antara teks ekonomi Islam klasik dengan data sekunder postur APBN Indonesia periode krisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Umar bertumpu pada tiga pilar utama: diversifikasi basis pajak sektor riil, akumulasi kas surplus jangka panjang, serta fleksibilitas transfer fiskal antar-regional secara instan. Sebaliknya, ketahanan fiskal Indonesia ditemukan memiliki kerentanan struktural, dicirikan oleh ketergantungan ekstrem pada instrumen utang baru sebagai <em>shock absorber</em> utama (pembiayaan utang melonjak hampir 300% pada krisis 2020), jebakan penerimaan komoditas, dan kekakuan birokrasi transfer daerah. Penelitian ini merekomendasikan reformasi struktural bagi pembuat kebijakan keuangan Indonesia untuk mengadopsi prinsip kedisplinan surplus masa lalu sebagai bantalan fiskal sejati guna mengurangi ketergantungan utang sistemik.</p> Adrina Nadhirah Affendy Yuana Tri Utomo Copyright (c) 2026 JEBESH: JOURNAL OF ECONOMICS BUSINESS ETHIC AND SCIENCE HISTORIES 2026-07-02 2026-07-02 4 10 1 15 IRONI UMR DI INDONESIA: MENGGANTI HUKUM BESI KAPITALISME DENGAN ASAS KIFAYAH (KECUKUPAN) DALAM EKONOMI ISLAM https://jurnalhamfara.ac.id/index.php/jb/article/view/1004 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkritisi fenomena penetapan Upah Minimum Regional (UMR) di Indonesia yang cenderung ditekan mendekati batas subsistence level akibat pengaruh paradigma kapitalistik demi efisiensi biaya dan maksimisasi profit korporasi. Metode yang digunakan dalam naskah ini adalah kualitatif dengan studi kepustakaan (library research) yang menjadikan Al-Qur'an dan Al-Hadits sebagai sumber primer data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengupahan konvensional yang bercorak kapitalis mengabaikan aspek keadilan distributif bagi para pekerja. Sebagai solusinya, perspektif Islam menawarkan rekonstruksi sistem upah berdasarkan asas Kifayah (kecukupan hidup layak) dan keadilan distributif yang berlandaskan nilai spiritual, sebagaimana diamanatkan dalam QS. At-Taubah: 105. Kontribusi penelitian ini diharapkan mampu memberikan arah baru bagi pembuat kebijakan dalam merumuskan standar pengupahan yang lebih berkeadilan dan manusiawi di Indonesia.</p> Adnin Kaussar Fatir Copyright (c) 2026 JEBESH: JOURNAL OF ECONOMICS BUSINESS ETHIC AND SCIENCE HISTORIES 2026-07-03 2026-07-03 4 10 16 24 IMPLEMENTASI PERLINDUNGAN HUKUM KONSUMEN DALAM TRANSAKSI E-COMMERCE DI INDONESIA: PRESPEKTIF LPKSM TERHADAP PENGADUAN, PENYELESAIAN SENGKETA, DAN EDUKASI KONSUMEN https://jurnalhamfara.ac.id/index.php/jb/article/view/1013 <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi perlindungan hukum konsumen dalam transaksi e-commerce berdasarkan perspektif Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM). Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris melalui wawancara dengan LPKSM dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun regulasi telah memadai, implementasinya belum optimal karena rendahnya literasi hukum masyarakat, masih adanya klausula yang merugikan konsumen, serta lemahnya koordinasi antarlembaga. LPKSM berperan dalam menerima pengaduan, memberikan edukasi, advokasi, dan pendampingan kepada konsumen. Oleh karena itu, diperlukan penguatan sinergi antarlembaga, peningkatan literasi hukum, dan pengawasan terhadap pelaku usaha digital untuk mewujudkan perlindungan konsumen yang lebih efektif dalam transaksi e-commerce.</p> Farrah Fathimah Azzahra Tasya Anggrainy Evi Wulandari Siti Nur Aisyah Qurrota Ayunn Copyright (c) 2026 JEBESH: JOURNAL OF ECONOMICS BUSINESS ETHIC AND SCIENCE HISTORIES 2026-07-05 2026-07-05 4 10 25 37 KONSEP EKONOMI DALAM AL-QUR’AN DAN HADITS: TELAAH ATAS PRINSIP PRODUKSI, DISTRIBUSI, DAN KONSUMSI https://jurnalhamfara.ac.id/index.php/jb/article/view/538 <p>Ekonomi Islam merupakan sistem ekonomi yang berlandaskan pada nilai-nilai Al-Qur’an dan Hadits sebagai sumber utama ajaran Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep ekonomi dalam Al-Qur’an dan Hadits dengan menitikberatkan pada prinsip-prinsip produksi, distribusi, dan konsumsi. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui analisis terhadap ayat-ayat Al-Qur’an, hadits, serta literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip produksi dalam Islam menekankan aspek kehalalan, kemanfaatan, produktivitas, dan tanggung jawab terhadap lingkungan serta masyarakat. Prinsip distribusi mengedepankan keadilan, pemerataan kesejahteraan, dan larangan penumpukan harta melalui instrumen seperti zakat, infak, sedekah, dan wakaf. Sementara itu, prinsip konsumsi diarahkan pada pemenuhan kebutuhan secara halal, seimbang, tidak berlebihan (israf), dan menghindari pemborosan (tabzir). Ketiga prinsip tersebut saling berkaitan dalam mewujudkan sistem ekonomi yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berorientasi pada kemaslahatan umat. Dengan demikian, konsep ekonomi dalam Al-Qur’an dan Hadits tidak hanya berfungsi sebagai pedoman aktivitas ekonomi, tetapi juga sebagai landasan moral dan spiritual dalam mencapai kesejahteraan dunia dan akhirat.</p> Citra Ayu Amanda Chici Rima Putri Pratama Copyright (c) 2026 JEBESH: JOURNAL OF ECONOMICS BUSINESS ETHIC AND SCIENCE HISTORIES 2026-08-16 2026-08-16 4 10 38 43 KENAIKAN KURS DOLAR AMERIKA TERHADAP RUPIAH: TINJAUAN SISTEM MONETER DAN SOLUSI ISLAM MENURUT SYEKH TAQIYUDDIN AN-NABHANI https://jurnalhamfara.ac.id/index.php/jb/article/view/1030 <p>Ketidakstabilan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) merupakan fenomena berulang yang berdampak sistemik terhadap perekonomian nasional Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis akar penyebab fluktuasi nilai tukar dalam kerangka sistem moneter fiat dan mengevaluasi solusi alternatif berbasis prinsip Islam yang ditawarkan oleh Syekh Taqiyuddin An-Nabhani. Menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, penelitian ini menemukan bahwa sistem <em>floating exchange rate</em> dan ketergantungan pada mata uang fiat tanpa nilai intrinsik menciptakan kerentanan ekonomi yang merugikan hingga ke level masyarakat pedesaan. Dampak kenaikan USD tidak hanya bersifat makro, tetapi juga mikro melalui transmisi kenaikan harga komoditas impor dan biaya produksi. Sebagai solusi, pemikiran An-Nabhani mengenai standarisasi mata uang berbasis emas (dinar) dan perak (dirham) diposisikan sebagai instrumen untuk menciptakan stabilitas moneter yang hakiki. Implementasi standar emas dinilai mampu menghapuskan spekulasi valuta asing dan imperialisme moneter global, sehingga memberikan perlindungan yang lebih adil bagi daya beli masyarakat.</p> <p>&nbsp;</p> Ridho Izzan Mirzapratama Copyright (c) 2026 JEBESH: JOURNAL OF ECONOMICS BUSINESS ETHIC AND SCIENCE HISTORIES 2026-08-18 2026-08-18 4 10 44 50 MEMBACA KRITIS CRONY CAPITALISM VERSUS PURE CAPITALISM https://jurnalhamfara.ac.id/index.php/jb/article/view/1010 <p>Artikel ini menjelaskan hubungan antara kapitalisme murni dan kapitalisme kroni. Penulis menggunakan kajian pustaka dengan acuan bukunya Walter E. Block. Hasil dari artikel ini adalah pengetahuan mengenai perbedaan antara kapitalisme murni dan kapitalisme kroni secara mendalam.</p> Farih Rasyid Adnin Kaussar Fatir Dzakwan Ramadhan Ihfadz Zefar Alfarisi Muhammad Firdaus Haykal Copyright (c) 2026 JEBESH: JOURNAL OF ECONOMICS BUSINESS ETHIC AND SCIENCE HISTORIES 2026-08-21 2026-08-21 4 10 51 62