Peningkatan Literasi Permodalan Syariah Berbasis Syirkah Melalui Forum Diskusi Akademik Bersama HIPMI Syariah Yogyakarta

Isi Artikel Utama

Fasya
Fenni
Bella
Nadhirah
Fikri
Ridho
Yahya
Fajar
Rozan
Nuhbatul Basyariah Fikri

Abstrak

UMKM memiliki kontribusi strategis terhadap perekonomian Indonesia, namun masih menghadapi berbagai kendala dalam memperoleh akses permodalan. Di sisi lain, meningkatnya kesadaran masyarakat Muslim terhadap transaksi yang sesuai syariah mendorong kebutuhan akan model pembiayaan yang tidak hanya bebas riba, tetapi juga mencerminkan prinsip keadilan dan kemitraan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan melalui program KKN x Advance Management Entrepreneur Leadership Training (A-MELT) dengan tujuan meningkatkan literasi permodalan syariah dan menggali pandangan praktisi bisnis mengenai implementasi konsep syirkah dalam dunia usaha. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk presentasi, diskusi, dan sharing session bersama anggota HIPMI Syariah Yogyakarta. Peserta kegiatan terdiri atas 10 mahasiswa, 2 dosen pembimbing, 1 pembina program, dan 4 anggota HIPMI Syariah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa para praktisi bisnis memandang syirkah sebagai konsep yang ideal karena mengedepankan prinsip kemitraan dan pembagian risiko. Namun demikian, implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain persepsi bahwa pembiayaan syariah lebih mahal, rendahnya literasi investor dan pengusaha mengenai mekanisme risk sharing, serta dominasi pertimbangan praktis dalam pengambilan keputusan bisnis. Temuan ini menunjukkan bahwa pengembangan ekonomi syariah memerlukan pendekatan yang lebih inklusif melalui pembangunan ekosistem yang melibatkan edukasi, pendampingan, dan kolaborasi berbagai pemangku kepentingan.  


Kata Kunci: Syirkah, UMKM, Pembiayaan Syariah, Pengabdian Masyarakat, HIPMI Syariah

Rincian Artikel

Bagian
Articles