KRITIK IDEOLOGIS TERHADAP KOMERSIALISASI FILANTROPI ISLAM DI ERA NEOLIBERALISME
Isi Artikel Utama
Abstrak
Artikel ini bertujuan untuk mengkaji fenomena komersialisasi filantropi Islam di era neoliberalisme serta menganalisis dampak ideologisnya terhadap makna dan orientasi filantropi Islam. Komersialisasi dimaknai sebagai kecenderungan lembaga-lembaga filantropi Islam mengadopsi logika bisnis dan pola pikir pasar dalam pengelolaan dana sosial keagamaan. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan analisis kritis ideologis berbasis prinsip maqasid al-shari'ah dan keadilan sosial Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa praktik komersialisasi filantropi, meskipun dapat meningkatkan efisiensi, berpotensi menggeser makna filantropi Islam dari ibadah dan solidaritas sosial menjadi aktivitas transaksional yang sarat dengan kepentingan citra dan kompetisi pasar. Selain itu, terdapat risiko tereduksinya dimensi keadilan sosial dan munculnya reproduksi ketimpangan struktural yang justru bertentangan dengan tujuan dasar filantropi dalam Islam. Artikel ini menyimpulkan bahwa diperlukan reposisi orientasi filantropi Islam agar tetap profesional dalam pengelolaan, namun tidak kehilangan ruh sosial, spiritual, dan ideologisnya.
Rincian Artikel
Hak cipta artikel ada di jurnal at-tauzi setelah dipublikasikan. Peraturan ini memberi manfaat bagi pembaca / pengguna untuk menggunakan kembali artikel tersebut. Siapapun diijinkan menyalin, mendistribusikan, dan membuat karya turunan, asalkan Anda memberi kredit kepada penulis dan lisensi ini. Lisensi Internasional Atribusi-Nonkomersial 4.0 Creative Commons.